Pandangan akan Pemikiranku


Aku lelah harus membuntut, mengalah, dan menyamakan pemikiran. Aku bukan seorang yang harus memilih, karna aku benci memilih, aku benci memilah dan membedakan suatu hal. Dalam pandanganku semuanya terlihat sama tanpa adanya pembeda. Biarkan saja segala kata berkoar dalam keseganannya. Tak lagi ingin aku berfikir tentang cara dan tindak yang harus aku lakukan agar semuanya seolah baik tanpa memperdulikan pemikiran dan keinginanku. Seolah aku mengerti akan keadaan yang memang sebenarnya tidak pernah aku inginkan.

katanya MERDEKA?? katanya SEJAHTERA?


Tanah Air yang kupijak. Tempat dimana aku bernafas dan terlahir untuk menatap. Berlandaskan Undang-Undang Dasar dan berHUKUM. Sudah 66 tahun Indonesia memegang nama dalam kuasa Merdeka. Ini benar-benar keliru, dalam pasal 34 ayat 1 UUD 1945 dikatakan:
"Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara"

K O N Y O L

H A T I dan P E M I K I R A N


Aku berkaca pada diriku. Apa ada yang salah dengan sosok dan keberadaanku sekarang?. Apa ada yang salah dengan pemikiranku tentang ke-diaman ku disaat ke-egoanku datang?. MUNAFIK. Dia benar aku munafik. Tapi hal yang terkandung dari kata MUNAFIK ini berbeda. Aku tidak merasa cemburu dengan dia. Tapi aku marah bila anda menyalahkan posisi hati aku dengan wanita lain. Lumrah saja bila aku merasa cemburu kepada anda. Apa yang aku harapkan dan dapatkan segalanya tidak sepaham dengan jalan pemikiranku.

MATAHARI

Tidak ada yang berbeda, Sama saja. Nama itu merubah segalanya. Rasa yang memuncak. Cemburu.. Marah...Muncul seketika tanpa aku perintah. Memang lucu, sungguh menggelitik.Bagaimana tidak!Kamu diam, Aku diam. Kamu memendam, Aku memendam. Ternyata dalam satu waktu kami benar ada dalam satu puncak ego dan amarah kami masing-masing, tanpa aku dan kamu tahu yang kami rasa. Sulit diungkap. Kami hanya tertawa dalam ke-egoan itu sendiri. Sulit untuk aku lemparkan rasa ini.

"Aku MARAH!!!"
"Aku CEMBURU!!"
"Aku BENCI!!"

HITAM



Bulan tak nampak, Bintang tak kunjung berkilap
Langit hitam kelabu
Tak jelas
Sungguh tak jelas
Suara lirih menggelitik pemikiran
Bibir bergetar tak kuasa berkata
Debar detak labil, hembusan nafas tak selaras
Aku tahu setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Apa perpisahan itu haruslah terjadi?
Aku benci perpisahan
Sungguh tak suka dan tak ingin ada

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...