Negara dalam Negara?


Sebuah pengalaman 1 tahun yang lalu dimana aku sendiri yang pernah masuk ke dalamnya. Pernah dengar dengan berita yang sedang lumrah dibicarakan baru-baru ini?. Negara dalam Negara? ya. Tanpa saya sadari saya pernah mengikuti kegiatan mereka. Belum sebagai anggota, masih dalam proses pencucian otak mungkin (penyerapan informasi-informasi tentang Islam itu sendiri dan negara yang akan merdeka nanti). 

AND SO IT IS

Good morning everybody. yeaaahhh. I'm so happy today, entah bagaimana dan apa yang harus diceritakan sama gw. It's can't be believing. Aku merasa sempurna untuk kesekian kalinya. Bukan aku yang sempurna. Segalanya sempurna bahkan melebihi sempurna, dimana hidupku dilingkupi oleh cinta dan kasih yang tiap detik waktunya mereka curahkan padaku. Aku bersyukur. :)

Catatan Untuk Kamu



Tenggelam dalam genangan tawa palsu.
Semua tertipu oleh keberadaannya.
Sungguh menyenangkan, sungguhlah indah.
Berapapun dan sebagus apapun benda yang dipilihnya.Pun mereka memilihnya.
~from heart. Firza~


day by day on my mind


Inginnya pergi menjauh, lari dari kenyataan. Terduduk diatas awan, atau menyamar menjadi sungai yang tak tahu arah pulang. Menjelajah dunia penuh khayalan. Mungkin terbang. Ya aku sadari semua itu, kegamangan otak dan rasa. Segala kemungkinan dan ketidak mungkinan yang tidak pernah aku pahami.

Renunganku

Sebuah rasa sesal akan roh kehidupan yang menghuni dalam ragaku. Mengapa harus aku?. Ketidak sepahaman akan beribu pemikiran. Mengapa harus kita?. Ngilu dan iri ketika melihat mereka dengan pemikiran yang sama. Kompak. Aku, dalam hidupku. Jarang terbebaskan akan mimpi dalam hasrat. Sia-sia. Semua kata yang terucap dalam benak hanyalah sampah. Aku memang terlahir hanya menjatuhkan beban dan masalah tak terkira. Harap dan doa pada-Nya tak terhitung. Aku sakit, apa mereka tahu? Aku lelah, apa mereka peduli? Aku berusaha, apa mereka melihat?. Tulus dalam hati aku korbankan harap dan mimpiku. Terlintas bayang berbisik "Aku ingin tidur panjang dan bermimpi seluas ku inginkan!".

Jingga berbisik

Painted by Siti Firza D


Detik dentang waktu menelan setiap kata yang lelah dan habis tuk bersuara. Deruan angin melagu indah romansa cinta sang romeo dan juliet. Pun merungkuk sang mentari menyambut pasangan berjalin kasih.

MIMPI

Harap mimpi indah terlihat
Pun harum sebuah pencapaian mulai tercium
Hitam abu tenggelam di dasar suatu pencapaian
Hati menengadah mengusap syukur
Jemari memeluk tubuh melambung rasa bahagia
Ini hanya sebuah angan dan mimpiku
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...