Posted by sitifirza on Monday, August 26, 2013 with 4 comments
Posted in #prakatamalam, a thought, Ababil, feeling, hurt, misterious
Posted by sitifirza on Sunday, March 17, 2013 with 2 comments
Otaknya masih tergantung oleh pemikiran yang bergentayangan
Matanya tak mengantuk tapi sulit terbuka
Hatinya terlalu ringkih
Senyumnya melemah
Malam membungkam prakatanya
Siang pun menggenggam ceritanya
Diam bersama topengnya, dan angin malam menyanyikan lukanya
Roda masa kembali diputar, mencari celah waktu termudah
Pilih mana DAHULU ataukah SEKARANG?
Aku pilih tuk diam.
Posted in #prakatamalam, a thought, Ababil, feeling
Posted by sitifirza on Wednesday, February 20, 2013 with No comments
Posted by sitifirza on Thursday, February 14, 2013 with No comments
Posted in #prakatamalam, a thought, Ababil, feeling
Posted by sitifirza on Wednesday, December 05, 2012 with No comments
Disaat cinta tak dapat menggapai citanya, ada harap yang memeluk citanya. Waktu yang semakin membatas mengecilkan ruang untuk berekspresi. Lukisan, musik, dan sastra. Terkadang pemikiran mempertanyakan keadilan. Aku hanya menuntut hak untuk mengapresiasikan ekspresiku, kecintaanku, dan keinginanku. Apa selalu Takdir yang harus dipersalahkan?. Dengan mengumpat dari kesalahan, mengatas namakan takdir. Apa cita-cita tak tergapai itu takdir?. Apa kesempatan lenyap itu takdir juga?. Sejauh mana pandangan itu akan lenyap, hingga pada saat akhirnya aku mendapatkan kesempatan itu?. Apakah benar umurku terlalu sempit untuk kembali memulainya dari nol?, sedangkan emas berlianmu mendapatkan kebebasan untuk memilih mana yang paling dia cinta. Haruskah aku mengalah setiap waktunya? Yang pada saatnya aku sendiri yang selalu tertipu oleh waktu dan kemampuanku. Bahkan untuk mengatakan lelah pun sepertinya haram untukku. Sudahlah. Jikalau Dia mengatakan ini takdirku, mungkin Dia sudah menyalahi takdirku yang telah dituliskan oleh Allahku. Ataukah ini benar takdirku? Mencintai apa yang bukan aku cintai?
Posted in #prakatamalam, a thought
Posted by sitifirza on Saturday, July 21, 2012 with No comments
Selalu ada kejutan yang lebih tak terduga dibalik kepercayaan yang terpampang. Dan tertipu jelas ketika semua itu sedikit melesat dari penglihatan. Apa yang tergenggam dari penglihatan tak selamanya benar. Apa yang terlihat dari setiap prakata yang terucap tak selamanya nyata. Di sebrang mana aku harus melompat? Dilubang gelap yang mana aku harus mengumpat? Kebohongan yang mana yang kamu sembunyikan? Goresan yang mana yang belum aku ketahui? Haruskah aku menjadi Tuhan agar hitammu dapat terlihat dengan mata telanjang? Ataukah gembok penyatu ini aku lepas agar kamu benar-benar terbebas dari penglihatanku?
Posted in #prakatamalam, a thought, Ababil, feeling, hurt
Posted by sitifirza on Wednesday, July 11, 2012 with No comments
Berandai lilin yang sedang menyala itu adalah aku
Berandai cahaya yang terang pada lilin itu adalah nyawaku
Buat cahayanya meredup
hapus aku dari sketsa cerita hitam
Buat aku menghilang
hingga dunia tak mengenal namaku
Buat mereka yang ku cintai lupa padaku
hingga mereka lupa dengan goresan palsu itu
Buat badai angin terdahsyat
hingga debu menghapus segala jejak
Posted in #prakatamalam, a thought, Ababil, feeling, hurt
Posted by sitifirza on Wednesday, July 11, 2012 with No comments
Teruntuk seseorang yang tidak pernah ku ketahui identitasnya
Teruntuk seseorang yang tidak pernah ku ketahui maksud dan tujuan melakukan penghinaan ini
Teruntuk seseorang yang aku fikirkan siapa dalam tanda tanya
Dan ketika cinta tak tergenggam, alangkah baiknya berkaca dan mencari yang terbaik. Bukan menjatuhkan dan memfitnah orang yang paling dicintai oleh orang yang kamu cintai. Aku tak mengganggu, aku sudah tak punya hati dengan hatimu itu. Permainanmu terlalu busuk. Ini sudah diluar batas kekejaman manusia. Tak pernah kah terbesit dalam benakmu, apa yang kamu rasakan bila ini terjadi pada diri kamu?. Hentikan ini semua. Semua ingin hidup tenang. Semua ingin bahagia, tanpa usikkan mu. Buat orang yang paling kamu cintai itu menghargai perasaanmu dengan sikap positifmu. Buat orang yang paling kamu cintai itu bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan. Jangan kaitkan namaku dengan kesakitanmu. Aku hanya bagian dari cerita masa lalu orang yang paling kamu cintai. Aku punya hati. Jangan sakiti orang yang aku cintai dengan goresan palsu yang telah kamu suarakan pada dunia. Buat dirimu lebih berharga dengan menghargai dan menghormati orang lain. Jangan sakiti kedua orangtuaku. Jangan sakiti orang-orang terdekatku. Jangan mengumpat. Jangan bermain piasu dari belakangku. Bunuh aku bila itu yang kamu inginkan. Jangan kaitkan orangtuaku dan orang yang paling aku cintai. Tunjukkan dirimu yang nyata. Tunjukkan bahwa dirimu bukan pengecut. Katakan pada mereka jikalau kamu bukan binatang.
Posted in #prakatamalam, a thought, bad, expectation, misterious
Posted by sitifirza on Saturday, June 23, 2012 with No comments
Terduduk diam sesosok gadis di tepi sungai. Sambil memperhatikan alir arus membawa pergi warna-warni perahu kertas yang ia buat. Sambil menopang dagu, ia melengkungkan bibirnya dibawah terik sang bulan. Tak lama, ia mengambil gitar kesayangannya. Tak jelas petikan apa yang ia mainkan. Tak membentuk rangkaian nada. Terlukis oleh suasana malam yang lembab, gadis itu melantunkan prakata rindu. Terdengar lembut dan gundah.
Posted in #prakatamalam, feeling, hurt, Lovers, Music
Posted by sitifirza on Tuesday, June 05, 2012 with No comments
Keringat dingin mulai menyetubuhiku. Bisikan gelap mendebarkan jantungku. Namamu mulai menjelma menjadi sebuah ketakutan. Di sudut malam yang mana kita akan kembali bertemu? Dimana kamu memeluk jemariku dengan kepalan tanganmu. Tak tertebak oleh akalku. Sudah berapa lama waktu menyembunyikan ragamu? Wangi tubuhmu hanya dapat kuingat samar. Hanya kalimat "Aku Cinta Kamu" lah yang ku ingat sampai detik ini. Cincin yang kupakai ini selalu aku ajak bicara. Berandai kisah Alladyn terjadi padaku, saat ku sentuh kau akan muncul disini, menemani sendiriku.
Posted in #prakatamalam, Ababil, expectation, feeling, imagining, Lovers
Subscribe to:
Posts (Atom)





