Malam

 
Bulan bercahaya menerangi gelapku. Matahari semakin mengumpat menjauh dari posisiku saat itu. Semakin jelas dentingan suara jam dinding yang berdetak tiap detiknya. Hewan malam semakin bersahabat dengan kegelapan. Aku tersudut. Aku terasing. Terduduk di sudut kamar dikelilingi dingin yang menusuk kulitku. Aku kembali memeluk kaki, mencium lututku, tertunduk, berdiam. Mencari penyebab apa yang telah membuat segala pemikiran itu terlihat salah dan fatal untuk di daur ulang kembali. Hanya tangis air mata yang dapat menjawab segala gamang yang tergantung dan terikat oleh serabut otak pemikiranku. Tak teraba sagn hati, apa yang sedang otakku simpan. Tak tertebak sang otak, apa yang sedang aku rasakan saat itu. Sudah cukup! ! ! Biar aku yang menyimpannya. Dan angin menyampaikan dukanya kepada sang malam.

Dalam Diam (2)

"Dalam diam. Aku merasa takut kesempatanku akan lenyap dan tak nyata. Dalam diam. Aku berhalusinasi menciptakan mesin waktu agar aku dapat mengatur segala waktu yang terputar. Dalam diam. Tersirat moment terindah yang terkhayal impian."


Ahh semoga bukan hanya dalam diam saja mimpi tersirat itu datang


Dalam Diam

" Segala yang terharap, selalu ingin aku dapatkan. Segala yang indah, selalu ingin aku dekap seutuhnya -Firza"

Penyampaianku pada Dunia

Sudah lama aku tak mengungkap apa yang sudah terekam pekat dalam ingatanku. Setiap prakata yang dengan nyata mewakilkan setiap hati berkata . Ingin aku berceloteh pada dunia. Biar dunia tahu dan dengar. Ada satu nama yang selalu ingin aku sebutkan. Si Kribo yang menurutku manis itu benar-benar menggemparkan duniaku. Sampai-sampai aku bingung apa yang ingin aku sampaikan di setiap bait halaman ini.




I LOVE YOUUUUUUUU RIZKY AHAHAHHAHA